Senin, 15 Mei 2017

Sebagian Bahagiaku Ada Padamu

Minggu, 07 Mei 2017

Sebagian Bahagiaku Ada Padamu

Semenjak kepergianmu yang tak pernah kurestui, hati ini memang terasa sepi. Kamu yang biasanya setiap pagi menyapaku, suaramu yang terus menerus terngiang di telinga kini takkan pernah kudengar lagi. Ya, kamu benar kepergianmu benar-benar menyakitiku. Menyisakan luka yang berkepanjangan. Benar jika sebagian bahagiaku memang ada padamu.

Kamu memang salah satu penyemangat dalam hidupku, seseorang yang menjadi salah satu alasanku untuk selalu merayu pada Tuhan. Terserah kau mau bilang apapun tentangku, wanita bodoh atau apalah. Terserah, aku tak peduli hal itu. Kamu hanya tak mengerti bagaimana rasanya berada di posisiku sekarang ini. Dan aku berharap kau takkan pernah ada dalam posisiku seperti ini. Karena aku tak yakin jika kau sanggup melewati ini jika kau menjadi aku.

Seandainya sebelum pergi kau terlebih dulu pamit mungkin lukanya takkan separah ini. Aku terus menerus berusaha menguatkan hati mencari pembenaran alasan kau pergi meninggalkan hati ini. Berjuta kenangan yang telah terpatri di memori otak tak sanggup untuk kuhapus satu persatu. Terlalu banyak momen yang pernah kita lewati, suka duka, sedih bahagia, susah senang seakan menyatu dalam diri ini.

Dan di sini, lewat tulisan ini akan kutegaskan kepadamu. Terima kasih untuk semua yang pernah kita lewati bersama. Terima kasih karena menjadi salah satu moodboasterku selama ini. Dan terakhir terimakasih atas luka yang pernah kau torehkan karena luka ini aku belajar untuk lebih memperbaiki diri dan hidupku. Dan aku yang dulu bukanlah aku yang sekarang, karenamu aku mengerti bahwa akupun pantas untuk diperjuangkan.

Salam dari aku, perempuan yang pernah kau sia-siakan hatinya ……….

Senja Yang Selalu Kurindukan

Sabtu, 13 mei 2017

Senja Yang Selalu Kurindukan

Perlahan tapi pasti kakimu terus melangkah menyusuri jalan di depan. Kini, sosokmu seakan menghilang di tengah kerumunan orang orang yang berlalu lalang di tepian jalan. Mataku terus menerus mencari sosokmu namun tetap saja aku masih belum mampu menemukan dirimu. Matahari kini mulai tenggelam, malampun akan segera tiba. Ya, tetap saja hati masih belum tenang. Seakan masih menjadi tanda tanya kenapa kau tiba-tiba pergi dan menghilang dariku.

Dari awal pertemuan yang tak sengaja itu, sosokmu memang telah berhasil mencuri perhatianku. Aku yang awalnya selalu menjaga jarak dengan lawan jenis entah kenapa sejak pertemuan itu  mulai berkhayal-khayal dengan bayanganmu. Senyum itu, ah itulah yang benar-benar terus menggodaku. Seolah-olah memori  otakku dengan sangat jelas merekam senyuman manismu itu.

Ya benar, pertemuan di senja itu terus menerus menghantui pikiranku. Ingatkah pertemuan yang tak sengaja itu, bahkan jika mengingat itu aku sering senyum sendiri. Layaknya adegan di sinetron, saat itu aku yang tengah tergesa-gesa keluar dari kelas sehabis mengikuti perkuliahan tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang yang juga tampak berjalan tergesa-gesa berlawanan arah dariku. Ah, memang seperti adegan di sinetron. Aku yang tak menyadari jika ternyata orang yang bertabrakan denganku  tersebut ternyata kakak tingkat. Dari sanalah kisah ini berlanjut, pertemuan singkat yang akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta.

Sebenarnya memang tak ada pernyataan cinta di antara kita berdua, karena setiap kali bertemu kita hanya bertegur sapa seadanya atau hanya melemparkan sebuah senyuman. Namun entah bagaimana rasa itu menyelinap ke hatiku. Dari jarak jauh, aku sering mencuri-curi pandang tuk sejenak melihat sosokmu yang mengagumkan itu. Dan entah kenapa seolah kaupun menyadari ada seseorang yang terus menerus memandangimu, saat mata bertemu mata. Saat itulah jantung seolah berhenti berdetak. Kaupun datang menghampiriku. Ah, bingung harus bagaimana, kini kua benar-benar nyata ada di depanku. Mimpi apa aku semalam, oh Tuhan sungguh makhluk ciptaan-Mu ini benar-benar indah.

Dan selalu saja senja seolah menjadi waktu yang sangat indah, momen manis yang sulit dilupakan. Dan senja memang menyimpan cerita indah untuk kita berdua, awal pertemuan yang tak disengaja hingga menumbuhkan benih-benih cinta ini. Kau hadir dalam hidupku laksana angin segar yang menyejukkan. Kau tak pernah menjanjikan apapun padaku, tak seperti kebanyakan laki-laki yang pernah mencoba menawarkan cinta padaku dengan seribu janji yang diumbar.

Senja di bulan Desember 2015 tepatnya tanggal 15, kau datang menghampiriku. Saat itu kau nyatakan perasaanmu padaku. Kau bilang bahwa kau mulai merasakan perasaan itu, perasaan yang tulus terlahir dari hati yang tulus. Antara bingung bahagia semuanya campur jadi satu mendengar pernyataannya saat itu. Saat mulut ini ingin mulai berkata dan menyatakan sesuatu tapi kau lantas bilang bahwa kita tak bisa bersatu meski saling mencintai. Kau katakan bahwa kau sudah dijodohkan dengan perempuan yang ternyata orang yang ku kenal juga. Masya Allah, rencana Tuhan yang tak terduga.

Damn …. Hati yang tadinya berbunga-bunga mendengar pernyataan cintamu tiba-tiba berubah seperti disambar petir. Semudah itu suasana hati berubah. Mata yang mulai berkaca-kaca, pengen nangis tapi tetap ditahan. Badan mulai limbung tapi kaki mencoba untuk tetap menguatkan. Aku tersenyum kembali menatapmu dalam-dalam. Terkadang cinta tidak selamanya harus memiliki, biarlah mencintai tak memiliki mungkin memang sudah jalan Tuhan seperti ini.

Dan senja itu seolah menjadi senja terakhir pertemuan di antara kita berdua. Kali ini, untuk kesekian kalinya aku mencintai seseorang yang tak bisa kumiliki. Aku benar-benar mengikhlaskanmu dengannya, pergilah cinta jika bersamanya kau bahagia aku di sinipun turut bahagia. Terimakasih untuk kehadiranmu dalam hidupku …..

Semoga bahagia selalu menyertaimu ……………

Di Ujung Sajadah Do'a itu Terpanjat

Rabu, 03 Mei 2017

Di Ujung Sajadah Do’a itu Terpanjat

    Di ujung sajadah do’a terpanjat, do’a yang selalu memberi kekuatan. Kekuatan bertahan demi sebuah keyakinan. Keyakinan akan sebuah kepastian jika hari itu pasti datang. Do’a yang seolah menjadi pelipur lara disaat begitu banyak desakan-desakan yang mulai terasa menghimpit. Yah, benar jika do’a seolah menjadi sumber kekuatan dari Tuhan yang benar-benar ajaib.

    Setiap kali menyebut namamu di ujung sajadah, air mata terus menetes. Air mata yang menjadi saksi bahwa aku merindukanmu yang jauh di ujung sana. Apakah kau tahu, aku tak pernah bosan memintamu terus menerus pada Tuhan. Ku serahkan, ku pasrahkan segalanya pada-Nya. Dia yang Maha Mendengar, Maha Melihat Maha Tahu segalanya.

     Di ujung sajadah do’a terangkai dengan indah. Bait demi bait terpanjat di setiap waktu. Tiada henti ku pinta kamu pada Tuhan dan semoga kelak Tuhan akan memberikan sebuah jawaban jika kamu memang diciptakan untuk menjadi penggenap dan penyempurnaku.

Karena Cinta Akan selalu Mencoba Mengerti

Minggu, 30 April 2017

Karena Cinta Akan Selalu Mencoba Mengerti

Aku lelah, kenapa hanya aku yang selalu mencoba mengerti. Kenapa engkau tak pernah menimbang rasa padaku, coba kau pikir bagaimana perasaanku saat kau begitu. Namun begitulah terkadang perasaan orang yang jatuh cinta, iapun bahkan tak menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Saat jatuh cinta hati dan otak terkadang tak sinkron. Pada kenyataannya hati memang selalu berkuasa, tak peduli dengan apa yang terjadi. Hati selalu dapat mengendalikan otak tuk berpikir, begitulah perasaan.

Kamu. Hei kamu!!! Cobalah sedikit kau gunakan hatimu tuk mengerti bagaimana perasaan orang lain. Pekalah terhadap situasi yang ada,  mengertilah sedikit tentang hatiku. Coba pahami, aku yang selalu menunggumu bahkan hingga sekarang masih selalu menunggumu. Pernahkah kau berpikir rasanya menjadi aku, seperti apa posisiku yang terus menerus mencintaimu tanpa akhir.

Kerinduan Yang Tiada Bertepi

Sabtu, 29 April 2017

Kerinduan Yang Tiada Bertepi

Dear,

Selamat malam kamu! Iya, kamu yang pernah menjadi bagian dari hidupku. Apa kabarnya kamu sekarang, masihkah seperti dulu yang makan paginya selalu terlewatkan? Atau masihkah shalatnya bolong-bolong. Heiii, semoga tidak lagi yaa. Kau tahu, tentu saja kau tidak tau iyakan? Aku di sini terkadang sering merindukan kau yang di sana. Kamu memang jauh dari pandanganku namun kamu selalu dekat dalam do’aku.

Kerinduan ini benar-benar tak bertepi, aku tak tau bagaimana caranya menyampaikannya padamu. Karena aku sadar, aku bukanlah siapa-siapamu memang tak sepantasnya rasa ini kumiliki. Maafkan aku yang terkadang tak bisa menahan perasaan yang bergejolak ini. Seandainya bisa kualihkan pada hati yang lain tentu saja itu sudah kulakukan, namun semua itu tak mudah seperti yang dibayangkan.  Perasaan itu tumbuh sebagaimana adanya, hati memang tak bisa dipaksakan.
Terkadang mata lelah menahan tangis yang merembes deras tuk basahi pipi. Apakah kau mengerti arti tangisanku? Tangisan yang benar-benar mengisyaratkan bahwa aku benar-benar merindukan kehadiranmu duhai pelita hati. Cobalah sedikit kau tengok aku yang ada di sampingmu, aku yang selalu setia menunggu kau mencintaiku. Namun, ku tau tak pernah ada aku di hatimu. Kau selalu berusaha terus menerus mencari seseorang yang menerimamu, mencari dia yang sempurna tanpa kau sadari bahwa kaupun bukanlah seseorang yang sempurna.

Heii, sadarkah kau bahwa Tuhan menciptakan makhluk-Nya berpasangan untuk saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan apakah kau juga sadari ketika kau terus menerus mencari yang sempurna maka kau akan kehilangan yang terbaik. Dia yang kau anggap paket sempurna belum tentu yang terbaik untukmu, tapi jika dia yang terbaik maka dia adalah seseorang yang kelak akan menyempurnakan kehidupanmu.  Maka kau akan pilih dia yang sempurna ataukah dia yang terbaik?

Terima kasih pernah hadir dalam kehidupanku, kini kusadari bahwa mungkin inilah jalan Tuhan yang terbaik untukku, untukmu dan untuk kita. Perpisahan memang selalu menyisakan luka, tapi bukan berarti terus menerus terpuruk dalam kisah lama yang menguras air mata. Semoga kelak di masa depan ada seseorang yang benar-benar tulus datang tuk membalut luka lama ini.

Teruntuk Kamu Yang Masih Dirahasiakan Tuhan

Selasa, 25 april 2017

Teruntuk Kamu Yang Masih Dirahasiakan Tuhan

Pagi masih menyapa seperti biasanya, langitpun masih tetap biru. Tak ada yang berubah, masih tetap sama seperti biasanya. Semestapun seolah benar-benar mengerti tentang perasaan ini. Aaahh, selalu saja tentang kamu. Kamu!! iya kamu makhluk Tuhan yang masih dirahasiakan.

Hey, bolehkah kusapa kamu yang bahkan ku pun tak tau dimana keberadaanmu saat ini. Tak mengapa kan aku selalu berdo’a, merayu pada Tuhan supaya kita segera dipertemukan. Bagaimanakah rupamu, seperti apakah kamu duhai pemilik hati? Kau tau, di sini aku selalu merindukan kehadiranmu. Rindu yang benar-benar tak bertepi.

Kadang terbersit dalam hati, kapankah waktu itu akan tiba? Hati selalu bertanya-tanya, kapan dan kapan? Bagaimanakah kelak Tuhan akan mempertemukan kita duhai pemilik hati? Pantaskah aku yang seperti ini mendampingi engkau yang seperti itu? Mungkin benar jodohmu adalah cerminan dirimu, tergantung bagaimana kualitas dirimu seperti itulah juga kelak jodohmu. Jika kamu adalah perempuan yang shalehah maka kelak kamu akan dibersamakan juga dengan dia (laki-laki) shaleh. Begitupun juga sebaliknya.

Teruntuk kamu, iya kamu! Kamu yang namanya masih dirahasiakan Tuhan. Semoga kita segera dipertemukan. Aamiin ya rabbal a’alamin …..

Do'a yang Masih Sama Untuk Orang yang Sama

Minggu, 23 april 2017

Do’a Yang Masih Sama Untuk Orang Yang Sama.

Matahari mulai kembali keperaduannya, malampun mulai tiba. hari telah berlalu, namun rasa yang pernah ada tak pernah terhapus sekalipun meski waktu telah berlalu. Kita, iya aku dan kamu. Dua makhluk ciptaan Tuhan yang pernah ditakdirkan bersama. Melewati masa-masa yang penuh dengan suka duka kehidupan putih abu-abu. Kadang pengen nangiis, kadang juga ketawa jika mengingat hal lucu yang pernah dilewati. Aku, dengan segala keegoisanku, keras kepala, sikapku yang terkadang menyusahkanmu, bahkan manjaku. Kamu, dengan segala sikapmu, kekurangan dan kelebihanmu.

Mungkin itulah yang membuat kita pernah saling menyayangi dan mencintai. Harus ku akui, kamu adalah salah satu orang yang selalu memberiku semangat dan selalu meyakinkan bahwa aku bisa melewati segalanya. Kamu, lelaki pertama yang kukenalkan dengan keluarga besarku. Dan aku pernah meyakini jika suatu hari nanti, di masa depan kamulah lelaki yang kelak akan menjadi ayah dari anak-anakku. Hhhaaa, entah kenapa pernah berpikir sejauh itu dulunya. Memang kenyataannya hatiku tak pernah bisa berbohong jika itu masalah perasaan.

Iya, ku kira kita akan terus bersama hingga sekarang. Tapi terkadang yang kita inginkan tak sejalan dengan takdir Tuhan. Takdir Tuhan memang berkuasa atas segalanya, kita sebagai makhluk-Nya cuma bisa apa. Setiap hari aku selalu berusaha merayu Tuhan, supaya kelak di masa depan akan ada saatnya Tuhan berbaik hati kembali menyatukan kita dalam ikatan halal yang diridhai-Nya. Menyatukan kami yang pernah terpisah dan dipersatukan disaat kami benar-benar berubah menjadi lebih baik

Mungkin Tuhan juga mulai bosan setiap hari yang aku pinta pada-Nya adalah ingin dibersamakan denganmu lagi di masa depan. Do’a-do’aku masih tetap sama dan akan tetap selalu sama untuk orang yang sama setiap harinya. Semoga do’a-do’a yang terpanjat kelak akan segera Allah ijabah.

Ku tunggu kamu di sini, tepat di hatiku ……

By :
Free Blog Templates